Langkau ke kandungan utama

Tafsir Surah Al-Fatihah, ayat 1-3 (Syeikh Abul A'la Al-Maududi)


1.  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ (Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiim)

(1:1) In the name of Allah, the Merciful, the Compassionate *1
*1) One of the many practices taught by Islam is that its followers should begin their activities in the name of God. This principle, if consciously and earnestly followed, will necessarily yield three beneficial results. First, one will be able to restrain oneself from many misdeed, since the habit of pronouncing the name of God is bound to make one wonder when about to commit some offence how such an act can be reconciled with the saying of God's holy name. Second, if a man pronounces the name of God before starting good and legitimate tasks, this act will ensue that both his starting point and his mental orientation are sound. Third - and this is the most important benefit - when a man begins something by pronouncing God's name, he will enjoy God's support and succour; God will bless his efforts and protect him from the machinations and temptation of Satan. For whenever man turns to God, God turns to him as well. 
2. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (Alhamdulillahi Rabbil 'Aalamiin)
(1:2) Praise *2 be to Allah, the Lord *3 of the entire universe.
*2). As we have already explained, the character of this surah is that of a prayer. The prayer begins with praise of the One to whom our prayer is addressed. This indicates that whenever one prays one ought to pray in a dignified manner. It does not become a cultivated person to blurt out his petition. Refinement demands that our requests should be preceded by a wholehearted acknowledgement of the unique position, infinite benevolence and unmatched excellence of the One to Whom we pray. Whenever we praise someone, we do so for two reasons. First, because excellence calls for praise, irrespective of whether that excellence has any direct relevance to us or not. Second, we praise one who, we consider to be our benefactor; when this is the case our praise arises from a deep feeling of gratitude. God is worthy of praise on both counts. It is incumbent on us to praise Him not only in recognition of  His infinite excellence but also because of our feeling of gratitude to Him, arising from our awareness of the blessings He has lavished upon us. It is important to note that what is said here is not merely that praise be to God, but that all praise be to God alone. Whenever there is any beauty, any excellence, any perfection-in whatever thing or in whatever shape it may manifest itself- its ultimate source is none other than God Himself. No human beings, angels, Demigods, heavenly bodies - in short, no created beings - are possessed of an innate excellence; where excellence exists, it is a gift from God. Thus, if there is anyone at all whom we ought to adore and worship, to whom we ought to feel indebted and grateful, towards whom we should remain humble and obedient, it is the creator of excellence, rather than its possessor.
*3). In Arabic the word Rabb has three meanings: (i) Lord and Master; (ii) Sustainer, Provider, Supporter, Nourisher and Guardian, and (iii) Sovereign, Ruler, He Who controls and directs. God is the Rabb of the universe in all three meanings of the term. 

3.  الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ (Arrahmaanir-Rahiim)
(1:3) The Merciful, the Compassionate *4
*4). Whenever we are deeply impressed by the greatness of something we try to express our feelings by using superlatives. If the use of one superlative does not do full justice to our feelings, we tend to re-emphasize the extraordinary excellence of the object of our admiration by adding a second superlative of nearly equivalent meaning.* This would seem to explain the use of the word Rahim following Rahman. The form of the word Rahman connotes intensity. Yet God's mercy and beneficence towards His creatures is so great, so extensive and of such an infinite nature that no one word, however strong its connotation, can do it full justice. The epithet Rahim was therefore added to that of Rahman. 
Nota: Semoga dengan tafsir ringkas ini kita dapat sedikit 'insight' tentang 'ibu kitab' (ummul kitab), surah pertama dalam kitab rujukan seluruh muslimin & muslimat ke arah kehidupan yang diredhai Allah SWT, Tuhan yang selayaknya kita sembah, taati & syukuri...di atas segala nikmat yang telah dikurniakan kepada kita, hamba-hambaNya. Seluruh kitab ini adalah petunjuk kepada orang-orang yang bertakwa, petunjuk tentang cara hidup yang betul & benar, ke arah kebahagiaan dunia & akhirat, insya-Allah.

Ulasan

IBU PUSPITA berkata…
Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini IBU PUSPITA seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar ibu hayati yg dari honkong tentan MBAH KABOIREN yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus,kini saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH KABOIREN dan jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIREN di 085-260-482-111,saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui MBAH KABOIREN saya juga sudah bisa sesukses ini dan jangan mudah percaya kepada MBAH yg lain selain MBAH KABOIREN karna saya juga pernah mengalami yg namanya dibohongin sama para normal yg lain,ini bukan rekayasa dari saya melainkan ini kisah nyata dari seorang TKI....Untuk yg punya rum erimakasih atas tumpangannya. KLIK _ GHOB _ 2D 3D _ 4D _ 6D _ DISINI












Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini IBU PUSPITA seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar ibu hayati yg dari honkong tentan MBAH KABOIREN yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus,kini saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH KABOIREN dan jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIREN di 085-260-482-111,saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui MBAH KABOIREN saya juga sudah bisa sesukses ini dan jangan mudah percaya kepada MBAH yg lain selain MBAH KABOIREN karna saya juga pernah mengalami yg namanya dibohongin sama para normal yg lain,ini bukan rekayasa dari saya melainkan ini kisah nyata dari seorang TKI....Untuk yg punya rum erimakasih atas tumpangannya. KLIK _ GHOB _ 2D 3D _ 4D _ 6D _ DISINI

Catatan popular daripada blog ini

Ramadhan datang lagi...ahlan wa sahlan

Assalamu 'alaikum semua,

Alhamdulillah ketemu lagi kita di bulan mulia, bulan penuh keberkatan - Ramadhan Kareem - Ramadhan al-Mubarak - pada tahun ini, 1434H/2013M. Masih panjang umur...nikmat kehidupan...hidup yang ada hitam & putihnya (tema blog ini kan? he3 :)


2. Moga Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang lebih baik dari sebelumnya.  Diisi dengan amalan soleh - solat wajib 5 waktu + solat-solat sunat (Tarawih-Witir-Dhuha-dan lain-lain), zikuLlah sepanjang saat, tilawah/tadabbur Al-Quran secara tartil (khatam 30 juzuk,insyaAllah), banyakkan sadaqah, ... dihentikan semua yang berdosa/mungkar - berkaitan anggota badan atau lisan atau hati - semua sekali,insyaAllah.



3. Selamat menunaikan ibadah puasa & segala amalan soleh lainnya & meninggalkan amalan dosa & mungkar. Kurangkanlah bincang-bincang pasal baju Raya, kuih Raya, juadah Raya, aktiviti Raya & shopping Raya sakan dan 1001 iklan media ataupun iklan lisan kita sendiri. Saban tahun dah kita asyik dok tum…

Pelita Minyak Tanah

Salam,
Dulu, zaman 1960'an, keluargaku menggunakan lampu minyak tanah di rumah...minyak tanah=minyak gaih, istilah oghang Utagha. Belum ada bekalan elektrik lagi masa tu. Tiba waktu Maghrib, aku atau kakakku atau abangku akan mula menyalakan lampu ni. Mula2 ambil 4-5 biji lampu yang disimpan di bawah 'lemari '(almari) barang2, cabut kepalanya & tuangkan minyak tanah dgn menggunakan corong plastik. Lampu ni ada yang tiada tiang dan ada yang ada tiang (tinggi >< gelen="~30liter?">Selepas tu, pastikan sumbunya (dibuat drp tali guni) cukup panjang. Jika tidak cukup panjang utk menyala hingga ke pagi, maka kami kena menukarkan sumbu tersebut terlebih dahulu sebelum kami menyalakan lampu2 ini.
Lampu2 inilah kami guna utk memasak, basuh pinggan mangkuk, solat, baca Al-Qur'an, buat kerja rumah, buat kuih muih (masa tu emakku buat cucur jual di kedai2 kopi), malah pergi ke luar rumah dsb, semuanya guna lampu ini. Dengan lampu inilah juga aku belajar, mengu…

Fatih Seferagic - Hafiz muda Bosnia berpotensi tinggi

Salam semua,

Alhamdulillah, pagi ni saya terlintas dalam FB seorang rakan tentang satu video seorang qari dan al-hafiz muda, Fatih Seferagic.


Fatih Seferagic - Surah Al-Qiyamah
Saya terpegun dengan bacaannya - fasih (bukan keturunan Arab), bersuara sedap dan merdu, dan ada lenggok qari dan imam Syeikh Misyari.  Tersentuh hati mendengarnya.. .masyaAllah.

Beliau seorang pemuda ( 18 tahun?) berasal dari Bosnia, yang dilahirkan di Germany. Berpindah ke USA pada umur 4 tahun. Mula tinggal di Baltimore selama 7 tahun di mana beliau tamat kursus hafazan di Islamic Society Baltimore (ISB), di bawah tunjuk ajar Syeikh Qari Zahid & Qari Abid.  Beliau berpindah ke Dallas selama 10 bulan untuk belajar bahasa Arab klasik di Bayyinah's Dream.Kini beliau tinggal di Houston, Texas, sebagai seorang pelajar dan juga guru Qur'an. Fatih juga adalah Ketua Pemuda Masjid Syeikh Yasir Birjas di Dallas, Texas.


Dari FBnya, bacaan Al-Qur'annya dipengaruhi Syeikh Mishary Rashid Al-Afasy...juga syeikh…